Tampilkan postingan dengan label kesehatan wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan wanita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Mei 2009

WASPADAI KANKER SERVIK

Satu lagi penyakit berbahaya yang harus diwaspadai oleh para wanita, kanker servik (cervical cancer) atau juga disebut dengan kanker leher rahim. Sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).
Mendengar nama kanker memang sudah mengerikan karena seperti diketahui kanker adalah penyakit mematikan. Kanker servik sendiri diketahui sebagai penyakit yang sering menyerang wanita Indonesia dan merupakan penyakit kanker mematikan no. 2 di dunia. Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.
Kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama masa itu anda bisa melakukan seteksi dengan melakukan Pap Smear atau IVA.
Lebih dari 95 persen dari kanker serviks disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV). yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual.

Beberapa faktor risiko terkena kanker serviks antara lain:
- Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda.
- Sering berganti-ganti pasangan seksual.
- Sering menderita infeksi di daerah kelamin.
- Melahirkan banyak anak.
- Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar).
- Defisiensi vitamin A,C,E.

Apa saja gejalanya? Kanker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukan gejala atau tanda-tandanya yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali. Namun, gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain adalah :
- Pendarahan sesudah melakukan hubungan intim.
- keluar keputihan atau cairan encer dari kelamin wanita.
- Pendarahan sesudah mati haid (menopause).
- Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil.

Yang menjadi pertanyaan anda saat ini mungkin adalah apakah kanker servik dapat dicegah? Kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti, rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual, memelihara kesehatan tubuh, dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.

sumber: www.perempuan.com/health (30 April 2009)
READ MORE - WASPADAI KANKER SERVIK

Minggu, 24 Mei 2009

Tetap Cemerlang Berkarir saat Hamil

Pada awalnya mungkin akan muncul kekhawatiran pada anda yang dinyatakan positif hamil padahal anda orang yang aktif bekerja. Seperti yang dikemukakan hasil riset dari Dr. Maureen Marks dari Institute of Psychiatry, Inggris, bahwa 37% dari 3.000 ibu bekerja yang baru pertama kali hamil merasa takut kehamilannya menghambat kesempatan promosi jabatan dan kenaikan gaji. Tapi, 60% dari mereka menemukan bahwa teman-teman kerjanya bersikap sangat mendukung pekerjaannya selama mereka menjalani masa kehamilannya.

Ternyata, kehamilan memang bukan penghalang bagi anda untuk tetap aktif berkarir dan berprestasi.

Jangan sampai semangat untuk berkarya dan berprestasi membuat anda stres berkepanjangan selama menjalani proses kehamilan. Menurut Prof. Dr. Vivette Glover, dokter spesialis kandunganan dari Imperial College London, Inggris, kondisi stres tersebut akan meningkatkan kadar hormon kortisol di dalam tubuh ibu hamil, dan hormon ini dapat masuk ke dalam plasenta. Akibatnya, proses tumbuh kembang janin akan terhambat. Hal ini dikarenakan hormon kortisol adalah hormon yang salah satu fungsi kerjanya adalah melambatkan laju proses pertumbuhan sel.

Hal tersebut dibuktikan oleh hasil riset Prof. Gouke Bonsel dari Amsterdam Born Children, Belanda, beberapa waktu silam terhadap 7.000 ibu hamil yang bekerja, yaitu:

- Ibu hamil yang bekerja 32 jam dalam seminggu, sering mengalami stres selama masa kehamilan, sehingga bayinya berisiko lahir dengan berat 150 gram lebih rendah, dan menjadi anak yang cengeng
- Ibunya berisiko lebih tinggi untuk mengalami preeklampsia dan proses persalinannya membutuhkan waktu lebih lama. Penyebabnya, diduga stres yang dialami ibu hamil akibat waktu kerja yang terlalu banyak, dan beban pekerjaan yang berlebihan.

Stress itu berbeda-beda pada setiap orang, karena setiap orang memiliki kemampuan berbeda dalam mengelola stresnya. Nasehat dari Nick Morgan, psikolog di Departemen Perindustrian dan Tenaga Kerja Inggris, kepada para ibu hamil yang bekerja, "Listen to your body!", sepertinya patut diikuti.

sumber: www.perempuan.com/ fashion 6 April 2009
READ MORE - Tetap Cemerlang Berkarir saat Hamil