Selasa, 16 Juni 2009

MENGASUH SI KECIL SESUAI TEMPERAMENNYA

Sudahkah anda mengetahui dan memahiami temperamen anak Anda? Orangtua sering tak memahami cara berkomunikasi yang baik dengan anak dan menciptakan pola asuh efektif dengan mengenal siapa dan bagaimana si anak tersebut. Tindakan dan komunikasi yang kurang tepat dapat merenggangkan hubungan antara orang tua dan anak, bahkan untuk efek terburuk dapat mebuat anak dan orangtua menjadi stress. Orangtua merasa kebenaran mutlak adalah miliknya dan menganggap anak susah diberitau dan keras kepala sementara si anak sendiri menganggap orangtuanya egois, menjengkelkan , dsb.

Untuk dapat memahami dan dapat berkomunikasi efektif dengan anak sebaiknya kenali dahulu tipe temperamen anak lebih dominana kejenis mana supaya anda dapat menyikapi sifat dan kemauannya. Menurut Galenus, ilmuwan Yunani yg mencurahkan perhatian kepada kepribadian manusia, ada 4 kepribadian yang timbul pada tiap individu, yaitu:

Ø KHOLERIS:

adalah tipe yang suka emosi, keras kepala, suka membantah, tidak suka diperintah, agak liar, mempunyai daya juang dan optimisme yang besar sehingga terkesan ingin selalu dituruti.

Tindakan tepat yang dapat anda lakukan untuk menghadapi sifat anak yang seperti ini adalah tetapkan aturan demi kebaikan dirinya sendiri dengan sabar dan tanpa kekerasan, karena anak yang seperti ini akan semakin keras sifatnya jika kita mengasarinya. Jika dia menolak sesuatu, buatlah pilihan untuknya dan tetapkan konsekuensinya. Misalnya jika ia menolak A buatlah ia menerima B sebagai konsekuensi dari pilihannya tersebut.

Ø MELANKOLIS:

terlihat kurang ceria, sensitive, perfectionis, tidak suka diganggu, mudah menyerah, mudah kecewa, mudah berpindah suasana hatinya, dramatis, dan suka menangis, berubah murung seketika jika terganggu saat melakukan sesuatu yang disukainya.

Tindakan tepat adalah memahami bahwa ia juga perlu waktu dengan dirinya sendiri. Sesekali bolehlah membiarkan ia menangis (sekitar 2 menit) untuk mengembalikan moodnya. Setelah Ia puas menangis barulah tanya kembali apa kemauannya. Jika anak kembali menangis maka, tinggalkan lagi si anak agar emosinya benar-benar reda, tapi anda harus inngat jangan membiarkan anak menangis dalam waktu yang terlalu lama karena hal itu akan membuat anak merasa diabaikan / tidak diperhatikan

Ø PLEGHMATIS:

adalah tipe yang agak bertolak belakang dengan tipe kholeris yang sulit diperintah. Merupakan anak yang penurut dan setia. Tidak sulit untuk membujuknya duduk diam dan tenang. Tidak agresif, lebih suka mengamati dahulu sebelum terlibat sesuatu, sangat pemalu kurang inisiatif, cenderung lebih mudah menyerah dan kecewa, dan sulit mengaktualisasikan diri dalam kelas atau pergualan. Jika sudah bias menikmati aktifitasnya, dapat dilakukannya selama berjam-jam.

Tindakan tepat untuknya adaaalah coba memahami sifatnya yang pemalu. Janagn membandingkannya dengan anak yang lebih pemberani. Untuk meningkatkan kepercayaan dirinya anda dapat berkomunikasi padanya sesering mungkin atau bertanya kenapa ia malu dan sebagai orangtua anda dapat memberinya solusi yang terbaik.

Ø SANGUINIS:

Adalah kebalikan dari sifat melankolis yang perfektionis dan pemuram, lebih periang, lucu, suka menjadi pusat perhatian, mempunyai sikap penuh inisiatif, cenderung lebih suka memulai percakapan, dan sulit menyelesaikan suatu kegiatan sampai tuntas dan sulit focus pada satu aktifitas.

Tindakan tepat untuk tipe anak seperti ini adalah mendampingi dan selalu mengingatkannya dengan penuh kasih saying. Latih dia dirumah untuk selalu focus, tekun dan teratur dalam mengerjakan apa yang dikerjakannya. Ajari anak untuk memiliki pertimbangan logis dengan memberi pilihan dan menjelaskan konsekuensinya jika ia menolak mengerjakan tugasnya atau kurang konsentrasi pada satu kegiatannya.

Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kepribadian sikecil:

* GENETIS

Faktor genetic dapat diturunkan pada temperamen anak. Jika orangtua atau kakek- nenek mempunyai sifat keras kepala, maka jangan heran jika sianak bertemperamen keras kepala juga.

* LINGKUNGAN

Terbentuknya temperamen anak juga didapat dari factor lingkungan atau eksternal. Misalnya pergaulan dengan teman sebaya, pola hubungan orangtua, pola asuh atau kebiasaan dirumah, pengalaman dari tontonan, buku atau kejadian langsung disekitarnya.

Yang sangat penting diingat adalah anak merupakan peniru ulung dan orang tua adalah guru terbaiknya. Jadilah contoh dan guru terbaik buat anak anda dengan menunjukkan sikap, sifat dan ajaran yang baik kepada anak anda.

Termasuk tipe yang manakah anak anda???


sumber: tabloid nova dan pengalaman pribadi

3 komentar:

reni mengatakan...

Mengasuh dan mendidik anak memang susah-susah gampang karena tiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda.
Nice post !

eha mengatakan...

iya lho, jurus yg cocok untuk satu anak belum tentu cespleng kalau diterapkan buat anak yang lain. Info yang bagus buat para ortu

Sastro mengatakan...

Good info bu...

Poskan Komentar